Obrolan.id – Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan video sekelompok orang yang sedang melaksanakan sholat dengan cara tidak biasa.
Mereka menutupi wajah mereka dengan kain dari kepala hingga dada, yang menyebabkan kebingungan di kalangan warganet.
Banyak yang mengira bahwa praktik ini adalah aliran sesat, padahal, ini adalah bagian dari tradisi spiritual yang dikenal dengan sebutan suluk.
Apa Itu Suluk?
Suluk adalah istilah dalam tradisi Islam yang merujuk pada perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Secara harfiah, kata suluk berarti “menempuh jalan”.
Dalam konteks ini, suluk adalah upaya seseorang untuk menempuh jalan menuju kesempurnaan batin, yang dilakukan dengan melaksanakan ibadah secara disiplin, baik lahiriah maupun batiniah.
Di Indonesia, tradisi suluk sering dijumpai di pesantren-pesantren, terutama di Aceh. Praktik ini menggabungkan ibadah syariat dengan pencarian kedamaian batin dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan.
Pada umumnya, suluk dilakukan di surau-surau dengan pembatas kelambu agar jamaah dapat fokus beribadah tanpa gangguan.
Praktik Suluk dalam Sholat
Salah satu praktik yang menjadi bagian dari suluk adalah menutupi wajah dengan kain saat sholat.
Meskipun dalam ajaran Islam umumnya tidak diperbolehkan menutupi wajah saat sholat, namun dalam tradisi suluk, hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kekhusyukan dan konsentrasi dalam beribadah.
Suluk juga bisa melibatkan kegiatan zikir yang intens dan pengasingan diri (khalwat) untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan.
Proses dan Durasi Suluk
Suluk biasanya dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, umumnya selama 40 hari. Selama itu, para peserta akan ditemani oleh seorang guru atau imam yang membimbing mereka dalam menjalankan proses spiritual ini.
Tradisi suluk ini dipercaya dapat membersihkan jiwa dan memberikan ketenangan batin, sehingga bisa lebih dekat dengan Allah SWT.
Praktik suluk ini bukanlah aliran sesat, melainkan sebuah tradisi spiritual yang sudah ada sejak lama dan banyak dilaksanakan di pesantren-pesantren Aceh serta beberapa daerah lainnya di Indonesia.
Hal ini merupakan cara untuk menempuh jalan kesucian hati melalui ibadah yang lebih khusyuk dan mendalam.
Sumber: suara.com
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).












