Obrolan.ID – Sungai Tuntang tidak mampu menampung debit air tinggi akibat curah hujan hingga membuat tanggul jebol di Demak, Jawa Tengah.
Sebanyak 11 desa di Kabupaten Demak, dilaporkan terendam banjir menyusul meluapnya Sungai Tuntang yang tak mampu menampung debit air.
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Demak, Agus Musyafak, menyampaikan bahwa desa-desa terdampak tersebar di lima kecamatan.
“Di Kecamatan Bonang ada lima desa yang terkena banjir, satu desa di Karangtengah, dua desa di Sayung, dua di Guntur, serta satu desa di Kebonagung,” jelasnya saat memberikan keterangan di Demak, Selasa (20/5).
Banjir mulai terjadi sejak Jumat malam (16/5), setelah wilayah Grobogan mengalami jebolnya tanggul yang menyebabkan air mengalir deras ke arah Demak.
Sungai Tuntang, yang menjadi jalur utama aliran air, tidak mampu menahan derasnya debit sehingga melimpas dan memperparah kondisi dengan tanggul jebol Demak di sisi kanan aliran sungai.
Agus menuturkan bahwa titik jebolnya tanggul terjadi di Desa Karangrejo, Kecamatan Bonang, dengan panjang kerusakan mencapai sekitar 10 meter.
Untuk menangani kerusakan tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah mengirimkan alat berat guna melakukan penanganan, sementara BPBD Demak menyiapkan bahan seperti trucuk bambu dan sesek sebagai solusi penanganan sementara.
“Namun, hasil pemantauan per tanggal 19 Mei menunjukkan bahwa perbaikan belum bisa dilakukan karena debit air masih tinggi dan arus air sangat deras. Kami berharap hari ini kondisi lebih memungkinkan untuk memulai penambalan tanggul yang jebol,” ujarnya.
Meski banjir telah merendam belasan desa, Agus memastikan bahwa air belum sampai masuk ke rumah-rumah warga.
Genangan umumnya terjadi di area persawahan, meski beberapa wilayah mengalami dampak yang lebih berat.
“Daerah paling terdampak adalah Desa Karangrejo di Kecamatan Bonang serta Desa Ploso di Kecamatan Karangtengah,” terangnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD juga telah mempersiapkan sarana evakuasi. “Kami sudah menyiagakan perahu untuk keperluan penyelamatan dan juga armada pengangkut jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” tambahnya.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus melakukan pemantauan dan siaga terhadap potensi hujan lanjutan yang bisa memperparah kondisi di wilayah tersebut.
Upaya koordinasi lintas instansi juga tengah dilakukan untuk memastikan penanganan banjir berjalan cepat dan efektif.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).










