Obrolan – PT Sri Rejeki Isman (Sritex) resmi menghentikan operasionalnya pada 1 Maret 2025. Di hari terakhir beroperasi, suasana haru mengiringi perpisahan ribuan karyawan yang berkumpul untuk melepas status mereka sebagai pekerja perusahaan yang telah berdiri selama hampir enam dekade ini.
Di pabrik Sritex yang terletak di Sukoharjo, Jawa Tengah, para karyawan saling berpelukan dan mengucapkan kata-kata perpisahan, menandai berakhirnya perjalanan panjang mereka di perusahaan tersebut.
Tak hanya itu, banyak yang menuliskan tanda tangan dan pesan semangat di seragam mereka, sebagai kenang-kenangan pada hari yang penuh emosi itu.
Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, tampak sangat terharu. Ia bahkan tidak bisa menahan air mata saat mengucapkan terima kasih kepada para karyawan yang telah berkontribusi selama 58 tahun berdirinya perusahaan.
Sambil bernyanyi bersama, Iwan menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para karyawan yang telah turut membesarkan Sritex.
Keputusan untuk menghentikan operasional Sritex disahkan oleh hakim pengawas melalui putusan yang dikeluarkan dalam rapat kreditur di Pengadilan Negeri Niaga Semarang pada Jumat siang.
Dengan adanya putusan tersebut, PT Sritex resmi dinyatakan bangkrut dan tidak lagi beroperasi mulai 1 Maret 2025.
Setelah keputusan ini, tim kurator Sritex akan melanjutkan tugas mereka untuk melakukan pemberesan terhadap harta pailit perusahaan yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).












