Retret Kepala Daerah, Sherly Tjoanda Tampil Anggun Berseragam Militer

favicon
Retret Kepala Daerah, Sherly Tjoanda Tampil Berseragam Militer

Obrolan.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, berhasil menarik perhatian banyak orang pada upacara penyambutan peserta retret kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, pada Jumat, 21 Februari 2025.

Dalam acara penyambutan peserta retret kepala daerah tersebut, Sherly Tjoanda tampil dengan mengenakan seragam loreng Komponen Cadangan yang berwarna coklat muda, memberikan kesan tangguh namun tetap anggun.

Meskipun mengenakan seragam militer, Sherly Tjoanda menunjukkan penampilannya yang sederhana namun elegan, dengan rambut yang diikat rapi di balik topi bergaya komando.

Kehadirannya di tengah kerumunan wartawan yang menunggu di depan Wisma Sumbing semakin memperkuat kesan percaya diri.

Pada dada kanannya, seragam tersebut tersemat nama “Sherly Laos”, yang menjadi simbol penghormatan bagi mendiang suaminya, Benny Laos.

Benny Laos, yang merupakan Kepala Staf Kepresidenan di pemerintahan Joko Widodo pada tahun 2023, meninggal dunia dalam kecelakaan kapal meledaknya kapal Bela 72 di Kabupaten Pulau Taliabu pada Oktober 2024.

Sherly Tjoanda, yang menjadi Gubernur pertama perempuan di Maluku Utara, mengungkapkan kesiapan dirinya untuk mengikuti rangkaian kegiatan retret kepala daerah yang padat di Magelang.

“Saya siap secara mental, fisik, dan berdoa. Saya akan menjaga kesehatan dengan olahraga, makan yang cukup, dan beristirahat yang banyak,” ujarnya dengan penuh semangat.

Sherly Tjoanda sangat antusias menyambut materi-materi yang akan diberikan selama retret, terutama yang berkaitan dengan berbagai program yang dijalankan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Retret Kepala Daerah, Sherly Tjoanda Bahas Ketahanan Pangan

Salah satu program yang paling menarik perhatian Sherly dalam retret kepala daerah adalah tentang ketahanan pangan dan ekonomi biru yang disampaikan oleh Presiden Prabowo.

“Saya sangat tertarik untuk memahami lebih dalam mengenai program-program yang digagas oleh Presiden Prabowo, terutama ketahanan pangan dan ekonomi biru,” tambahnya.

Sherly berharap program tersebut dapat diterapkan di Maluku Utara untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah.

Sebagai gubernur yang mewakili pemerintah pusat di daerah, Sherly merasa bahwa perannya sangat penting untuk memastikan bahwa cita-cita Presiden Prabowo dapat terwujud dengan baik, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan dan mengembangkan sektor ekonomi biru yang potensial di Maluku Utara.

Sherly Tjoanda menjadi sosok yang menarik perhatian banyak pihak setelah terpilih sebagai Gubernur Maluku Utara melalui dukungan dari delapan partai koalisi, yakni Nasdem, PKB, Demokrat, PAN, PPP, Gelora, PSI, dan Partai Buruh.

Hal ini terjadi setelah suaminya, Benny Laos, yang saat itu adalah calon gubernur, meninggal dunia dalam tragedi kecelakaan kapal pada 12 Oktober 2024. Sherly kemudian menggantikan posisi suaminya sebagai calon gubernur dan akhirnya terpilih dalam Pilkada Serentak 2024.

Berdasarkan laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) 2024, kekayaan Sherly Tjoanda tercatat mencapai angka yang sangat fantastis, yakni sebesar Rp709,76 miliar.

Kekayaannya terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp201,13 miliar, alat transportasi yang bernilai Rp7,06 miliar, serta surat berharga yang mencapai Rp245,32 miliar. Selain itu, ia juga memiliki kas dan setara kas sebesar Rp146,17 miliar serta aset lainnya senilai Rp96,96 miliar.

Sherly dikenal sebagai seorang pengusaha sukses yang memiliki berbagai investasi besar di bidang properti dan keuangan.

Berkat kekayaannya yang hampir mencapai Rp1 triliun, Sherly Tjoanda menjadi kepala daerah terkaya di Indonesia. Prestasinya dalam dunia bisnis ini memberikan gambaran betapa cerdas dan suksesnya ia dalam menjalankan berbagai usaha.

Namun, di balik kesuksesannya, Sherly tetap menunjukkan integritas dan dedikasinya terhadap Maluku Utara.

Sebagai gubernur, ia berkomitmen untuk terus berjuang bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat, serta memastikan bahwa program-program pemerintah pusat dapat berjalan dengan baik di tingkat daerah.

Melalui retret kepala daerah yang berlangsung di Akmil, Sherly Tjoanda menunjukkan komitmennya untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan dalam mengelola Maluku Utara.

Diharapkan, dengan pengetahuan yang didapatkan selama retret ini, Sherly dapat membawa perubahan positif bagi pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera.

Sumber: Suara

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Obrolan.id.