Obrolan.ID – Seorang perempuan berinisial KN (23) tertangkap karena menyamar sebagai pramugari gadungan Batik Air dalam penerbangan rute Palembang-Jakarta.
KN nekat mengenakan seragam dan atribut resmi maskapai meski sebelumnya gagal lolos seleksi penerimaan pramugari Batik Air.
Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, perempuan itu langsung diamankan oleh petugas Aviation Security (Avsec).
Dalam pemeriksaan awal, KN sempat mengaku sebagai pramugari Batik Air dan menunjukkan kartu identitas yang kemudian diketahui palsu.
KN kemudian dibawa ke Polresta Bandara Soekarno-Hatta dan akhirnya mengakui perbuatannya. Ia menjelaskan bahwa penyamaran dilakukan agar keluarganya percaya bahwa ia bekerja sebagai pramugari Batik Air.
“Yang bersangkutan mengenakan seragam maskapai supaya keluarganya percaya,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, Kamis (8/1/2026).
KN diserahkan kepada pihak keluarga pada Rabu (7/1/2026). “Kemarin malam sudah diserahkan kepada pihak keluarga yang bersangkutan,” jelas Yandri, dikutip dari Kompas.com.
Video permintaan maaf KN pun dibuat atas permintaan maskapai sebagai bentuk tanggung jawab. Yandri menambahkan, “Benar, itu permintaan dari maskapai agar ada permohonan maaf dan sebagai wujud pertanggungjawaban, salah satunya melalui video tersebut.”
Dalam kasus ini, polisi tidak menemukan unsur pelanggaran pidana. Batik Air memutuskan untuk tidak menuntut KN.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan, namun yang bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya. Semua atribut Batik Air yang dipakai juga disita,” ujar Yandri.
Hasil penyelidikan mengungkap KN membeli seragam dan atribut pramugari secara daring.
KN mengenakan pakaian itu sejak keberangkatan dari Palembang dan memberi tahu keluarganya bahwa ia akan terbang ke Jakarta sebagai bagian dari pekerjaannya.
Menurut pengakuan KN, ia sebenarnya berniat mengganti seragam sebelum naik pesawat, tetapi karena waktu terbatas, ia terlanjur naik pesawat dengan atribut pramugari gadungan Batik Air.
“Pengakuannya, di Bandara Palembang ia mau ganti pakaian, namun waktunya mepet sehingga naik menggunakan seragam itu sampai ke Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Yandri.
Permintaan Maaf Pramugari Gadungan Batik Air
KN menyampaikan klarifikasi melalui video yang viral di media sosial. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa dirinya bukan pramugari Batik Air dan meminta maaf kepada maskapai.
“Saya menyatakan memang benar saya melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta tanggal 6 Januari 2026,” ujarnya. KN menegaskan bahwa video permintaan maaf dibuat tanpa paksaan.
“Saya menggunakan atribut pramugari, tetapi sesungguhnya saya bukan pramugari Batik Air. Dengan ini, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air dan Lion Group, video ini dibuat secara sukarela,” tambah KN.
Bagaimana KN Bisa Lolos Pemeriksaan?
General Manager Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, memastikan proses keberangkatan KN sudah sesuai SOP.
KN menjalani jalur pemeriksaan penumpang reguler pada Selasa (6/1/2026) dengan nomor penerbangan ID 7058.
“Calon penumpang yang berpakaian seperti kru pesawat Batik Air tetap diproses seperti penumpang biasa,” ujar Ahmad Syaugi.
Avsec memeriksa boarding pass, identitas, serta barang bawaan KN, dan tidak menemukan hal mencurigakan. KN memiliki dokumen penerbangan sah dan tidak membawa barang terlarang sehingga diizinkan naik pesawat.
Peristiwa ini sempat terekam kamera dan diunggah oleh akun Instagram @jabodetabek24info. Dalam video, KN tampak mengenakan seragam lengkap pramugari beserta kartu identitas sekolah pramugari Batik Air. Namun, ia membeli tiket sendiri dan lolos saat proses boarding.
“Pada saat boarding, KN lolos karena memiliki boarding pass, tetapi ketika dicek oleh kru aktif, jawabannya tidak sinkron dengan standar pramugari,” tulis caption unggahan tersebut.
Insiden ini pun menimbulkan perhatian publik dan viral di media sosial karena tindakan pramugari gadungan Batik Air yang berhasil masuk pesawat tanpa terdeteksi.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).








