Obrolan.id – Baru-baru ini, bika Ambon menjadi sorotan di media sosial setelah seorang food reviewer menemukan serangga di dalam produk tersebut.
Temuan ini menimbulkan kontroversi, dengan pembuat bika Ambon, Ci Mehong, membantah tudingan tersebut dan menyebut adanya pihak yang ingin merusak reputasi usahanya.
Kehebohan ini makin memanas setelah sejumlah konten kreator membeli produk bika Ambon dari Ci Mehong untuk menguji kebenaran klaim yang beredar.
Salah satunya adalah Tasyi Athasyia, yang juga membeli produk tersebut. Dalam ulasannya, Tasyi mengungkapkan bahwa dia menemukan serangga di dalam bika Ambon dan menilai makanan khas Medan itu tidak layak dikonsumsi.
Tasyi juga menyatakan bahwa tekstur bika Ambon menjadi keras setelah disimpan di dalam lemari es, berbeda dengan produk lain yang tetap lembut meskipun disimpan di tempat yang sama.
Menanggapi hal tersebut, Nicky Tirta ikut berkomentar mengenai polemik ini. Menurut Nicky, tindakan food vlogger yang membandingkan bika Ambon dalam suhu ruangan dengan yang sudah disimpan di kulkas sangat tidak etis.
“Tidak adil kalau bika Ambon yang baru keluar dari kulkas dibandingkan dengan yang masih di suhu ruangan, apalagi sampai dibilang seperti sabun,” ujar Nicky Tirta.
Dalam video yang diunggahnya, Nicky juga meminta pendapat dari Fatmah Bahalwan, seorang pakar kue Indonesia.
Fatmah menjelaskan bahwa bika Ambon yang disimpan di dalam kulkas akan mengeras karena kandungan lemak seperti santan, mentega, dan tepung yang ada di dalamnya.
“Ketika suhu kulkas, makanan seperti bika Ambon pasti akan mengeras,” jelas Fatmah.
Fatmah juga menegaskan bahwa meskipun bika Ambon dipanaskan kembali, teksturnya tidak akan kembali seperti semula.
“Kalau ingin membuatnya lebih lembut, bisa dikukus atau dipanaskan di microwave, tetapi teksturnya tidak akan persis seperti saat pertama kali dimasak,” tambahnya.
Penjelasan tersebut membuat Nicky Tirta merasa bahwa perbandingan yang dilakukan oleh Tasyi Athasyia tidak objektif.
Tasyi sendiri merespons kritik tersebut melalui media sosialnya, meski tanpa menyebutkan nama Nicky Tirta secara langsung.
Tasyi merasa tersinggung dan membantah pernyataan yang mengatakan bika Ambon tidak bisa kembali ke tekstur semula setelah disimpan di kulkas.
“Ilmunya mungkin masih sedikit, tapi komentarnya sangat tegas. Saya kuliah kuliner 2,5 tahun, sudah masak sejak umur 7 tahun, dan bika Ambon tetap lembut walaupun disimpan di kulkas,” ungkap Tasyi.
Tasyi kemudian melanjutkan dengan mengunjungi Polda Metro Jaya untuk membuat laporan, meskipun belum jelas siapa yang dia laporkan terkait permasalahan ini.
Polemik soal bika Ambon ini terus bergulir, menarik perhatian banyak pihak yang terlibat dalam debat panas mengenai keaslian klaim yang beredar di media sosial.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).












