Obrolan – Pada Jumat (21/2), Dedi Mulyadi secara resmi dilantik sebagai Gubernur Provinsi Jawa Barat, menggantikan Penjabat Gubernur Bey Machmudin dalam sebuah seremoni serah terima jabatan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, termasuk Panglima Kodam III Siliwangi, Mayjen TNI Dadang Arif Abdurahman, Kapolda Jabar Irjen Pol Akhmad Wiyagus, serta anggota Forkopimda lainnya.
Usai acara serah terima, Dedi Mulyadi memberikan pidato pertamanya sebagai gubernur Jawa Barat.
Dalam pidatonya, Dedi menyampaikan beberapa prioritas penting untuk Provinsi Jawa Barat, serta tekadnya untuk melakukan pembenahan besar-besaran dalam beberapa aspek utama pemerintahan dan pembangunan daerah.
Pembangunan Infrastruktur sebagai Prioritas Utama
Salah satu poin yang disorot Dedi adalah pentingnya sektor infrastruktur. Menurutnya, pembangunan jalan yang berkualitas dan terintegrasi akan menjadi fokus utama pemerintahannya.
Dedi menargetkan bahwa semua infrastruktur jalan di Jawa Barat harus dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hingga 2026.
Selain itu, proyek pembangunan jalan akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti marka jalan, CCTV, Penerangan Jalan Umum (PJU), ruang publik estetik, dan gapura yang semuanya terintegrasi.
Dedi juga menekankan pentingnya pengembangan transportasi di Jawa Barat. Untuk itu, ia menyusun rencana untuk memperkuat sistem transportasi darat, menjajaki transportasi udara, serta mengaktifkan kembali jalur transportasi kereta yang sudah lama terbengkalai sejak masa penjajahan Belanda.
Komitmen untuk Menjaga Iklim Investasi dan Memberantas Premanisme
Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif di Jawa Barat.
Salah satu tantangan terbesar yang sering mengganggu investasi di daerah ini adalah praktik premanisme dan oknum-oknum organisasi masyarakat (ormas) yang sering kali menghalangi jalannya proses investasi.
Sebagai solusi, Dedi menegaskan bahwa memberantas premanisme akan menjadi salah satu prioritas utamanya.
“Saya sudah menjawab bahwa komitmen kami adalah menjaga investasi dan memberantas premanisme. Begitu saya menjabat, saya langsung menyiapkan konsepnya,” ujar Dedi.
Ia mengungkapkan bahwa timnya sedang mempersiapkan rencana aksi untuk segera diimplementasikan.
Efisiensi Anggaran dan Fokus pada Program Prioritas
Dedi Mulyadi juga mengungkapkan bahwa kebijakan efisiensi anggaran akan diterapkan dalam pemerintahannya.
Namun, yang menjadi fokus bukanlah pemangkasan anggaran secara keseluruhan, melainkan pengalihan anggaran dari pos-pos yang tidak produktif menuju program-program prioritas.
Dedi juga menantang Kepala Badan Pendapatan Daerah untuk menargetkan pendapatan lebih tinggi, yakni mencapai Rp21 triliun, bukan Rp19 triliun.
Sebagai contoh, Dedi menyebutkan anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru yang sebelumnya hanya sekitar Rp60 miliar, kini ditingkatkan menjadi Rp1,2 triliun.
Anggaran untuk pembangunan jalan yang sebelumnya hanya sekitar Rp600 miliar juga kini dinaikkan menjadi Rp2,4 triliun.
Pengelolaan BUMD yang Bersih dan Efisien
Dalam pidatonya, Dedi Mulyadi juga menegaskan komitmennya untuk membersihkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Jawa Barat.
Dedi menyatakan bahwa selama ini banyak BUMD yang tidak memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Pemprov Jabar, bahkan sebagian besar di antaranya mengalami kerugian.
Dengan tegas, Dedi mengatakan bahwa ia akan melakukan audit dan evaluasi total terhadap kinerja BUMD di Jawa Barat.
Terkait dengan hal ini, Dedi juga menegaskan bahwa ia akan membersihkan BUMD dari orang-orang yang hanya berperan sebagai tim sukses politik.
Dedi Mulyadi menjelaskan, saat ini ada 41 BUMD di Jawa Barat, tetapi hanya dua yang memberikan dividen kepada Pemprov Jabar, sementara sisanya justru merugi.
Hal ini, menurutnya, tidak dapat diterima karena BUMD seharusnya berfungsi untuk mendukung APBD yang pada gilirannya digunakan untuk kepentingan rakyat.
Transparansi dan Pengelolaan Keuangan yang Lebih Baik
Salah satu langkah yang akan Dedi terapkan adalah transparansi dalam penggunaan anggaran. Ia bahkan mengungkapkan bahwa dirinya pribadi sudah mengurangi anggaran perjalanan dinas lebih dari 40%.
Dedi juga menegaskan bahwa ia tidak pernah meminta fasilitas pribadi dari Pemprov Jabar, termasuk biaya perjalanan dinas ke Magelang yang tidak menggunakan anggaran Pemprov.
Dengan langkah ini, Dedi menunjukkan komitmennya untuk memulai perubahan dari diri sendiri dan mengedepankan efisiensi.
Pemanfaatan Energi Terbarukan untuk Kemandirian Energi
Sektor energi juga menjadi perhatian utama Dedi Mulyadi. Ia berencana untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan yang ada di Jawa Barat, seperti pemanfaatan sampah untuk pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS) dan potensi air di desa-desa untuk menghasilkan energi.
Selain itu, ia juga akan memperkenalkan teknologi tepat guna di sekolah-sekolah untuk mengembangkan solusi energi yang lebih ramah lingkungan.
Sumber: merdeka.com
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).











