Penangkapan Rodrigo Duterte di Bandara Manila: ICC Akan Segera Proses Ekstradisi

favicon
Rodrigo Duterte

Obrolan – Mantan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, ditangkap di Bandara Internasional Ninoy Aquino Manila pada Selasa (11/3/2025), setelah tiba dari Hong Kong.

Penangkapan ini terjadi setelah pihak Kepolisian Filipina menerima surat perintah dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang menginginkan penyerahan Duterte untuk diadili di markas ICC di The Hague, Belanda.

Kristina Conti, Asisten Konsul Pengadilan ICC, menegaskan bahwa Duterte harus segera diserahkan ke negara anggota ICC, meskipun Filipina menarik diri dari keanggotaan ICC pada 2018. Setelah penangkapannya, Duterte dibawa ke ruang tahanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Perang Melawan Narkoba yang Kontroversial

Rodrigo Duterte, yang menjabat sebagai Presiden Filipina sejak Juni 2016, dikenal dengan kebijakan kontroversialnya, yaitu “perang melawan narkoba”.

Pada masa kepresidenannya, Duterte secara terang-terangan menyatakan niatnya untuk membunuh pecandu narkoba, bahkan mengibaratkan tindakannya dengan pembantaian yang dilakukan oleh Hitler.

Kebijakan tersebut menyebabkan ribuan kematian, baik oleh polisi dalam operasi resmi maupun oleh kelompok bersenjata tak dikenal yang disebut sebagai vigilante.

Pemerintah Filipina menyebutkan jumlah korban resmi pada rentang 2016-2022 adalah 6.248 orang, namun kelompok HAM memperkirakan jumlah korban bisa mencapai 30.000 orang.

Penyelidikan dan Kontroversi di Parlemen

Pada 2024, penyelidikan di parlemen Filipina mengarah pada tuduhan bahwa pasukan pembunuh bayaran yang menargetkan pengguna narkoba terkait dengan pihak kepolisian.

Meskipun Duterte membantah semua tuduhan ini, penyelidikan semakin memperburuk reputasinya. Ia juga pernah menyatakan bahwa ia tidak peduli dengan hak asasi manusia dan siap menghadapi proses hukum jika diperlukan.

Keretakan Keluarga Rodrigo Duterte dan Isu Politik Terkini

Setelah masa pemerintahannya berakhir, hubungan antara keluarga Duterte dan Presiden Ferdinand Marcos Jr. semakin renggang.

Pada Februari 2025, parlemen Filipina mengajukan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte, anak perempuan Rodrigo Duterte, terkait dengan dugaan korupsi.

Sara Duterte membantah tuduhan tersebut, menyebutnya sebagai bagian dari dendam politik.

Kisah ini menggambarkan perjalanan politik yang penuh kontroversi, dan perkembangan lebih lanjut mengenai penangkapan Duterte akan terus menjadi perhatian publik internasional.

Sumber: CNN

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Obrolan.id.