Obrolan.ID – Militer Pakistan berhasil tembak jatuh 25 Drone Kamikaze buatan Israel milik India yang dioperasikan sebagai serangan balasan.
Ketegangan antara dua negara bertetangga yang bersenjata nuklir, India dan Pakistan, kembali memanas setelah militer Pakistan mengumumkan telah menembak jatuh sedikitnya 25 unit drone kamikaze buatan Israel yang dikirim oleh India dalam sebuah serangan besar pada Kamis lalu.
Dalam laporan resminya, militer Pakistan menyebutkan bahwa India menerbangkan puluhan drone Harop untuk menyerang berbagai titik strategis di Pakistan. Salah satu dari drone tersebut dilaporkan berhasil menghantam target militer di dekat kota Lahore, wilayah timur Pakistan, menyebabkan luka pada sejumlah tentara dan kerusakan signifikan di lokasi tersebut.
“Sebanyak 25 drone Harop berhasil kami lumpuhkan saat menyerang berbagai target di seluruh wilayah,” ujar juru bicara militer Pakistan, seperti dikutip dari The New Arab, Jumat (9/5/2025). “Puing-puing drone kamikaze buatan Israel itu ditemukan tersebar di berbagai lokasi di Pakistan.”
Harian Dawn turut mengungkap bahwa drone Harop adalah sistem amunisi loitering—drone yang dapat terbang rendah dan berputar-putar di udara hingga menemukan target yang tepat.
Drone ini dirancang oleh Divisi Rudal MBT milik Industri Dirgantara Israel (IAI) dan dikendalikan secara manual maupun otomatis.
Drone kamikaze buatan Israel dikenal karena kemampuannya memburu sistem pertahanan udara dan target prioritas lainnya dengan akurasi tinggi.
Namun, teknologi ini menuai perdebatan luas terkait legalitas dan etika penggunaannya, karena dapat mengeksekusi serangan secara otonom tanpa campur tangan manusia. Para pengamat menyuarakan kekhawatiran mengenai kepatuhan drone semacam ini terhadap hukum humaniter internasional.
Dalam satu dekade terakhir, India dilaporkan telah mengimpor perlengkapan militer senilai lebih dari USD2,9 miliar dari Israel, termasuk drone pengintai, drone tempur, rudal, dan teknologi pertahanan canggih lainnya.
Serangan menggunakan drone kamikaze buatan Israel kini menjadi bagian dari strategi ofensif militer India, khususnya dalam konflik memanas dengan Pakistan.
Letnan Jenderal Ahmed Sharif Chaudhry, juru bicara Direktorat Hubungan Masyarakat Antar Layanan (ISPR) Pakistan, mengecam aksi militer India sebagai bentuk provokasi berbahaya.
Ia bahkan merilis foto-foto puing drone yang berhasil ditembak jatuh sebagai bukti nyata pelanggaran wilayah udara Pakistan.
“Pesawat tanpa awak India terus melanggar wilayah kedaulatan kami. Pakistan tidak akan tinggal diam. India akan membayar mahal atas agresi terang-terangan ini,” tegas Chaudhry.
Hingga berita ini diturunkan, pihak militer India belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Namun, serangan drone ini terjadi hanya sehari setelah rudal India dilaporkan menewaskan lebih dari 30 warga sipil Pakistan, termasuk perempuan dan anak-anak.
Ketegangan antara kedua negara meningkat tajam sejak serangan mematikan di wilayah Pahalgam, Kashmir yang dikuasai India, bulan lalu.
Dalam insiden tersebut, 26 turis Hindu tewas setelah diserang oleh kelompok bersenjata. India menuduh Pakistan berada di balik serangan itu, sementara Islamabad secara konsisten membantah tudingan tersebut.
Sebagai respons atas eskalasi terbaru, pemerintah Pakistan memperingatkan bahwa akan ada pembalasan keras terhadap korban sipil yang jatuh akibat serangan udara India.
Pernyataan ini mengisyaratkan potensi konflik berskala besar antara dua negara yang sama-sama memiliki persenjataan nuklir.
Ketegangan ini dinilai sebagai salah satu yang paling serius dalam beberapa dekade terakhir, dan penggunaan drone kamikaze buatan Israel dalam konflik tersebut mempertegas transformasi peperangan modern ke arah yang lebih berteknologi dan mematikan.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).











