Mengenal Oei Hui-lan, Perempuan Indonesia yang Pernah Jadi Ibu Negara China 1926–1927

favicon
Oei Hui-lan Ibu Negara China

Obrolan.ID – Nama Oei Hui-lan mendadak jadi pusat perhatian publik. Ia merupakan wanita kelahiran Semarang, Indonesia pernah jadi Ibu Negara China.

Tak banyak yang mengetahui bahwa pada dekade 1920-an, China pernah memiliki seorang ibu negara yang ternyata berasal dari Indonesia.

Sosok tersebut adalah Oei Hui-lan, wanita kelahiran Semarang, Jawa Tengah, yang kemudian menjadi bagian penting dalam sejarah diplomasi China.

Lahir pada 21 Desember 1889, Oei Hui-lan merupakan anak dari pasangan Oei Tiong Ham dan Goei Bing Nio. Ayahnya, yang juga berasal dari Semarang, dikenal sebagai pengusaha gula terkemuka dan dijuluki “Raja Gula Dunia”.

Hartanya ditaksir mencapai 200 juta gulden, setara dengan sekitar Rp44 triliun saat ini. Sejak kecil, Hui-lan tumbuh dalam kemewahan yang luar biasa.

Dalam memoarnya yang berjudul Oei Hui-lan: Kisah Putri Sang Raja Gula dari Semarang, terungkap bahwa ia dibesarkan dalam lingkungan serba ada.

Kediamannya di Semarang membentang hingga 80 hektar, lengkap dengan vila pribadi, paviliun, serta puluhan pelayan dan juru masak.

Ia tak pernah perlu menyapu atau memasak, bahkan ulang tahunnya dirayakan dengan pesta besar penuh dekorasi mewah dan hiburan papan atas.

“Ayah ingin setiap ulang tahunku istimewa. Soal biaya, itu bukan masalah baginya,” tulis Hui-lan mengenang masa remajanya.

Karena terbiasa berpindah tempat untuk berlibur, Oei Hui-lan memiliki pergaulan internasional yang luas. Kedekatannya dengan tokoh-tokoh penting dunia bermula dari gaya hidup kosmopolitnya.

Salah satu pertemuan yang mengubah arah hidupnya adalah dengan Wellington Koo, diplomat China berpengaruh.

Pertemuan keduanya terjadi di London sekitar awal 1920-an. Saat itu, Hui-lan yang sudah menjadi janda tinggal bersama ibunya. Sedangkan Wellington Koo adalah duda dan tengah menjalankan misi diplomatik mewakili China.

Jabatan Koo kala itu sangat tinggi, membuatnya menjadi tokoh penting dalam kebijakan luar negeri China, termasuk turut membentuk Liga Bangsa-Bangsa.

Setelah menjalin hubungan, mereka menikah di Brussel pada tahun 1921. Karier politik Koo semakin menanjak setelah pernikahan itu. Ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan China.

Pada 1926, saat Sun Yat Sen wafat, Koo diangkat sebagai pelaksana tugas Presiden Republik China. Otomatis, Oei Hui-lan pun menyandang status sebagai ibu negara.

Dalam masa itu, Oei Hui-lan mendampingi suaminya menjalankan tugas diplomatik ke berbagai penjuru dunia.

Ia tak sekadar berperan sebagai istri pejabat, namun juga sebagai figur publik yang memperkuat posisi politik suaminya.

Hingga 1927, saat masa jabatan Koo berakhir, ia terus mengikuti aktivitas kenegaraan sebagai pendamping setia.

Selepas masa itu, mereka tinggal di berbagai kota besar seperti Shanghai, Paris, dan London. Namun, kehidupan rumah tangga mereka tak selalu harmonis.

Pada tahun 1958, pasangan ini resmi bercerai. Setelah itu, Oei Hui-lan menetap di New York dan membesarkan ketiga anaknya.

Meski hidup jauh dari tanah kelahiran, Oei Hui-lan tidak melupakan akar budayanya. Dalam buku Tokoh-tokoh Etnis Tionghoa di Indonesia karya Sam Setyautama (2009), disebutkan bahwa pada tahun 1986, ia sempat mencoba merintis usaha di Indonesia.

Ia menjajal bisnis di bidang pelayaran, tembakau, dan sepeda. Sayangnya, semua usaha tersebut tidak berjalan mulus dan berakhir dengan kegagalan.

Perjalanan hidup Oei Hui-lan berakhir di New York pada tahun 1992, kota yang jaraknya lebih dari 16.000 kilometer dari kampung halamannya di Semarang.

Namun, jejaknya sebagai perempuan Indonesia yang pernah menjadi ibu negara China akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah dunia yang unik dan menginspirasi.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Obrolan.id.