Obrolan.ID – Manchester United mulai bergerak cepat mencari pelatih baru usai mengambil keputusan besar dengan mengakhiri kerja sama dengan Ruben Amorim. Sejumlah nama papan atas langsung masuk radar manajemen Setan Merah, termasuk pelatih top Eropa yang kini berkiprah di luar benua biru. Salah satu figur yang sempat dijajaki adalah Simone Inzaghi, sosok yang reputasinya terus menanjak berkat kesuksesan di level klub dan kompetisi internasional.
Meski memahami betul besarnya sejarah Manchester United serta daya tarik Liga Premier Inggris, pelatih asal Piacenza tersebut memilih untuk menutup pintu pembicaraan lebih jauh. Jawaban singkat namun tegas disampaikannya kepada pihak yang melakukan pendekatan awal: fokusnya saat ini sepenuhnya tertuju pada proyek jangka menengah yang baru ia bangun bersama Al Hilal di Arab Saudi.
Keputusan itu tidak lepas dari performa impresif klub asal Riyadh tersebut. Al Hilal tengah memimpin klasemen liga domestik dengan koleksi 10 kemenangan dan 2 hasil imbang, unggul satu poin atas rival terdekat mereka, Al-Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo. Tak hanya di kompetisi lokal, dominasi juga terlihat di ajang Liga Champions Asia, di mana Al Hilal menyapu bersih enam pertandingan fase grup dengan kemenangan sempurna.
Sumber internal menyebutkan bahwa Manchester United sebenarnya sangat serius. Setelah upaya mendekati Zinedine Zidane menemui jalan buntu—karena legenda Prancis itu telah mengisyaratkan komitmen jangka panjang dengan tim nasional Prancis pasca Piala Dunia mendatang—nama Simone Inzaghi menjadi alternatif utama. Perwakilan klub Inggris bahkan telah menghubungi pihak yang mengelola kepentingan sang pelatih, menawarkan kontrak jangka panjang dengan nilai finansial luar biasa.
Dalam skema yang diajukan, mantan pelatih Inter Milan tersebut berpotensi menjadi salah satu manajer dengan bayaran tertinggi di Liga Premier, dengan gaji mencapai sekitar 15 juta poundsterling per musim. Namun, tawaran fantastis itu belum cukup untuk mengubah pendiriannya. Bagi Simone Inzaghi, stabilitas proyek dan target yang telah dirancang bersama Al Hilal jauh lebih penting dibanding godaan kembali ke sepak bola Eropa dalam waktu dekat.
Al Hilal sendiri telah mengamankan jasanya dengan kontrak berdurasi dua tahun senilai kurang lebih €50 juta. Selain mempersiapkan laga lanjutan melawan Al Hazm, sang pelatih juga aktif menyusun rencana penguatan skuad. Ia dikabarkan tertarik mendatangkan salah satu dari Stefan de Vrij atau Francesco Acerbi, dengan bek asal Belanda itu disebut lebih berpeluang direkrut.
Sementara itu, rencana kepindahan Joao Cancelo ke Inter Milan dipastikan gagal, membuat Nerazzurri kini membuka kemungkinan melepas salah satu bek tengah mereka. Situasi tersebut berkaitan erat dengan dinamika transfer pemain Portugal itu yang justru berpotensi berlabuh ke AC Milan.
Dengan sikap tegas yang ditunjukkan, Manchester United tampaknya harus kembali menyusun daftar kandidat lain. Penolakan ini menegaskan bahwa, setidaknya untuk saat ini, Simone Inzaghi belum berniat meninggalkan ambisi besarnya bersama Al Hilal.
Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).












