Doraemon Berhenti Tayang di RCTI: Serial Legendaris 35 Tahun Akhiri Era di Televisi Indonesia

Avatar photo
Doraemon berhenti tayang di RCTI

Obrolan.ID – Serial animasi legendaris Doraemon resmi berhenti tayang di RCTI setelah menemani penonton Indonesia lebih dari 35 tahun.

Pengumuman ini pertama kali muncul melalui akun X @/IndoPopBase pada 5 Januari 2026, menandai berakhirnya satu era hiburan yang telah melekat di layar kaca keluarga Indonesia.

Selama bertahun-tahun, Doraemon dikenal sebagai program animasi ikonik yang mengisi berbagai slot siaran, menjadi tontonan wajib setiap akhir pekan bagi banyak generasi.

Diciptakan oleh Fujiko F. Fujio, karakter robot kucing biru ini awalnya hadir sebagai manga pada tahun 1969, sebelum kemudian diadaptasi menjadi serial animasi oleh Shin-Ei Animation.

Meskipun kini Doraemon berhenti tayang di RCTI, produksi serial dan filmnya tetap berlanjut di kancah global, menunjukkan bahwa franchise ini masih hidup dan dicintai banyak orang di seluruh dunia.

Keputusan untuk menghentikan penayangan Doraemon di stasiun televisi nasional ini mengejutkan para penggemar, terutama mereka yang sejak kecil terbiasa mengikuti petualangan Nobita, Shizuka, Giant, dan Suneo.

Sejak penayangan pertamanya pada 9 Desember 1990, anime ini menjadi salah satu program paling lama dan ikonik di Indonesia.

Selama hampir 35 tahun, Doraemon tidak hanya tayang setiap Minggu pagi, tetapi pada beberapa periode juga muncul hampir setiap hari, menjadi bagian penting dari rutinitas keluarga di rumah.

Informasi mengenai Doraemon berhenti tayang di RCTI mulai ramai diperbincangkan di media sosial pada awal Januari 2026.

Akun X @IndoPopBase mengunggah bahwa serial ini sudah tidak lagi tercantum dalam jadwal siaran RCTI dan layanan streaming RCTI+ sejak akhir Desember 2025.

Pantauan jadwal resmi menunjukkan nama Doraemon hilang dari daftar acara mulai Senin, 29 Desember 2025, hingga Minggu, 4 Januari 2026, termasuk slot Minggu pagi yang selama puluhan tahun identik dengan kehadiran robot kucing biru tersebut.

Kabar ini memicu gelombang nostalgia dan reaksi emosional dari warganet lintas generasi. Banyak yang mengenang bagaimana Doraemon menjadi tontonan wajib sepanjang masa kecil mereka, dari era 1990-an hingga awal 2000-an.

Sebagian penggemar berharap karakter-karakter favorit mereka tetap bisa dinikmati melalui platform digital atau stasiun televisi lain, sehingga tidak hilang sepenuhnya dari layar publik Indonesia.

Hingga saat ini, pihak RCTI belum memberikan pernyataan resmi terkait alasan penghentian penayangan tersebut.

Analis industri media memperkirakan beberapa faktor yang mungkin menjadi penyebabnya. Pertama, hak siar anime kemungkinan sudah berakhir dan belum diperbarui, mengingat perubahan jadwal muncul tiba-tiba tanpa pengumuman publik.

Kedua, strategi RCTI yang lebih menitikberatkan pada konten digital atau program baru juga bisa menjadi alasan perubahan lineup. Selain itu, pergeseran penonton ke platform streaming menyebabkan beberapa konten lama tidak lagi diprioritaskan.

Meskipun demikian, serial ini tetap eksis di kancah internasional. Di Jepang, Doraemon terus tayang di TV Asahi, dan film-film baru Doraemon The Movie dirilis setiap tahun, menegaskan bahwa franchise ini tetap hidup dan berkembang di berbagai negara.

Bagi generasi yang tumbuh besar bersama Doraemon, berita ini terasa seperti penutup bab kenangan yang manis. Namun, bagi para penggemar setia, ini bukan akhir dari cerita Doraemon secara keseluruhan.

Serial ini masih bisa dinikmati melalui platform digital, stasiun televisi lain, atau film-filmnya. Waktu akan menunjukkan apakah karya klasik ini kembali mengudara di layar Indonesia atau tetap hidup sebagai kenangan masa kecil.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Obrolan.id.