Denada Akui Jadi Ibu Lebih Protektif, Jalani Parenting Unik Demi Aisha yang Beranjak Remaja

favicon
Denada Akui Jadi Ibu Lebih Protektif

Obrolan.ID – Penyanyi sekaligus aktris Denada kini memasuki fase baru dalam kehidupannya sebagai seorang ibu.

Putri tunggalnya, Aisha Aurum, telah memasuki usia remaja, sebuah fase yang menuntut perhatian ekstra.

Di tengah kondisi sebagai orang tua tunggal, Denada juga harus menjalani hubungan jarak jauh dengan sang anak, yang membuatnya mengakui bersikap lebih protektif demi memastikan keamanan dan tumbuh kembang Aisha.

Menurut Denada, tantangan membesarkan anak di era saat ini terasa jauh berbeda dibandingkan ketika dirinya tumbuh besar di bawah asuhan sang ibunda. Perkembangan teknologi, lingkungan sosial, serta pergaulan menjadi faktor yang membuat peran orang tua semakin kompleks.

Situasi tersebut kian terasa karena Denada harus menjalani peran pengasuhan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR) dengan Aisha, kondisi yang menurutnya tidak mudah dan membutuhkan strategi parenting yang matang.

“Pasti ada perubahan sikap. Kita sebagai seorang ibu, apalagi membesarkan anak di zaman sekarang, tantangannya berat di setiap masanya,” ujar Denada saat ditemui di kawasan Bekasi, Jawa Barat, belum lama ini.

Putri dari penyanyi senior Emilia Contessa itu menyadari bahwa struktur keluarganya tidak sepenuhnya ideal seperti kebanyakan keluarga lain yang memiliki figur ayah dan ibu dalam satu rumah. Hal tersebut membuatnya harus melakukan berbagai penyesuaian dalam pola asuh yang diterapkan.

“Kalau idealnya kan dalam satu household ada bapak dan ibu. Tapi dalam kasus aku dan Aisha tidak seperti itu. Jadi banyak hal yang harus disesuaikan, banyak kompensasi yang harus aku lakukan,” jelasnya.

Denada mengungkapkan bahwa ia akhirnya menerapkan sejumlah pola pengasuhan yang mungkin dianggap tidak umum oleh sebagian orang. Namun, keputusan tersebut ia ambil demi kebaikan sang anak.

“Banyak model parenting yang mungkin tidak populer sekarang, tapi akhirnya aku putuskan untuk aku terapkan ke Aisha,” tambahnya.

Di usia Aisha yang kini menginjak 13 tahun, Denada Tambunan tak menampik dirinya menjadi sosok ibu yang cukup posesif. Menurutnya, memiliki anak perempuan di usia remaja membutuhkan pengawasan ekstra.

“Oh pasti. Apalagi anak perempuan. Jadi memang posesif banget. Tapi aku rasa masih dalam tahap yang wajar,” ujar Denada.

Menariknya, sikap protektif tersebut justru diterima dengan baik oleh Aisha. Denada mengaku sang putri merasa nyaman dan senang dengan perhatian yang ia berikan.

“Aku senang karena dia santai aja diposesifin. Anaknya juga cukup posesif sama aku,” ungkapnya.

Meski memiliki hubungan yang dekat, Denada mengakui bahwa perbedaan pendapat tetap terjadi antara dirinya dan Aisha. Salah satu topik yang kerap menjadi bahan diskusi adalah soal pemilihan sekolah.

Dalam hal ini, Denada berusaha menerapkan pola asuh yang demokratis dengan memberi ruang bagi Aisha untuk menyampaikan pendapat disertai alasan yang jelas. Namun, ia menegaskan tetap ada batasan tegas untuk hal-hal prinsip yang tidak bisa ditawar.

“Kalau menurut aku itu hal yang tidak bisa didiskusikan, aku akan jadi tangan besi. Aku bilang, ‘you have to do it, because you have to’,” jelasnya.

Meski demikian, Denada merasa bersyukur karena Aisha saat ini berada di lingkungan yang positif. Ia pun aktif memantau pergaulan serta komunikasi dengan para guru demi memastikan perkembangan sang anak tetap berada di jalur yang baik.

“Karena jarang bertemu dan aku posesif, aku sering tanya ke gurunya soal perkembangan Aisha di sekolah,” pungkas Denada.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Bila ingin mengutip silahkan menggunakan link aktif mengarah pada domain Obrolan.id.